menabung untuk #rumahutara

Sunday, June 11

sejak membangun rumah utara, saya sering mendapat pertanyaan dari teman-teman yang kurang lebih begini; "berapa lama menabung untuk bisa membangun rumah?"

pertanyaan yang biasanya hanya dijawab dengan tertawa. karena memang kami bingung berapa lama ya? mmm.. tapi sebagai gambarannya, bayangkan selama lima tahun pernikahan kami belum pernah berlibur ke luar kota. bahkan sekedar ke jogja yang bisa ditempuh dengan beberapa jam perjalanan kereta dari bandung-pun, kami belum pernah. beberapa orang merasa kami berlebihan, apalagi kampanye wajib liburan akhir-akhir ini marak sekali disuarakan. memang, dulu ketika masing-masing kami belum menikah, kami menjunjung tinggi prinsip yang sama. bahwa hidup berarti perjalanan, bahwa salah satu tujuan bekerja adalah untuk berlibur. 

tapi bahwa prinsip hidup adalah sebuah pilihan, juga tidak bisa kami lupakan. saat memilih mewujudkan satu mimpi bernama rumah, sebagai pasangan yang sadar betul rata-rata rupiah yang bisa kami hasilkan setiap bulan, maka kami memutuskan untuk menunda beberapa mimpi juga kesenangan lain, salah satunya berlibur. selain pertimbangan berapa pundi rupiah yang harus kami sisihkan baik-baik, kami juga mempertimbangkan pagi dan aksara yang (menurut kami) pada usianya sekarang ini belum terlalu bisa menikmati perjalanan liburan. tentu saja pernah ada masa-masa dimana saya sangat ingin berplesir. sudah mencari tiket, mencari alternatif penginapan. tapi setelah dikalkulasi, ah.. rasanya masih bisa ditunda untuk sesuatu yang lebih besar. 

alhamdulillah selama lima tahun ini dimudahkan. malah kalau sedang pillow-talk sering sama-sama tidak percaya, kami yang dulunya sama-sama bermimpi ingin mengunjungi negara-negara kecil yang tidak populer setiap tahunnya, malah melewati bertahun-tahun tanpa mengagendakan waktu khusus untuk berlibur. tapi nyatanya kami tetap baik-baik saja. memang sih, sebagai kompensasi, pak ery sering mengajak kami menghabiskan satu hari penuh menepi dari kota bandung untuk bermain air di sungai, berkemah atau yang paling sering dan murah-meriah, berkeliling kota dengan berjalan kaki. begitu saja rasanya sudah bahagia kok.

selain itu sejak awal menikah, kami memilih untuk tidak membeli mobil baru. ingat dulu diawal tahun 2013 pak ery masih harus meminjam mobil untuk mengantar saya menuju klinik bersalin. beberapa bulan setelah kelahiran pagi, alhamdulillah "berjodoh" dengan sebuah taft tua bermesin berisik lengkap dengan pendingin yang tidak berfungsi. taft yang diproduksi sejak dua puluh tujuh tahun itulah yang menemani kami sampai saat ini. jika diceritakan soal kenyamanannya memang jauh sekali dibandingkan mobil keluaran terbaru, tapi setidaknya empat roda yang berfungsi seluruhnya membuat kami tidak perlu khawatir jika berkunjung ke suatu tempat, melewati jalan jenis apapun :D

sejak dulu pak ery juga berkarakter fungsional. selain buku, ia nyaris tidak pernah membeli barang lain berdasarkan keinginan. biasanya pak ery membeli barang dengan kualitas baik untuk jangka waktu pemakaian yang lama. ya, pak ery tidak punya banyak barang, ia punya satu jam tangan, satu sandal, satu ponsel yang sudah kurang pintar, sepatu, tas dan beberapa barang lain yang ia kenakan usianya sudah bertahun-tahun. meskipun belum semahir pak ery dalam mengendalikan keinginan, sedikit banyak saya belajar dari apa yang selama ini ia terapkan dalam keseharian. seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa membeli/memiliki banyak barang tidak membuat manusia menjadi apapun. kita akan tetap menjadi orang yang sama. dengan sifat dan karakter yang sama juga. iya kan?

nah, mungkin karena beberapa hal diatas itu juga yang membuat orang lain melihat rumah utara mudah diwujudkan. hanya terlihat mudah loh ya.. karena bagi kami yang menjalani dan mendampingi prosesnya sama sekali tidak mudah, membangun rumah utara "menguras" segalanya, tabungan, fisik, psikis, energi, juga emosi *kemudian curhat* ahahahahaha. bersyukur karena setidaknya, kami sudah melalui tiga perempat proses membangun rumah utara. memang sama sekali tidak mudah tapi sangat layak untuk diperjuangkan. yang jelas bantu doakan agar kami bisa segera pindah dan menempati rumah utara ya! 

dokumentasi proses membangun rumah utara bisa dilihat disini

Sleek Diaper Cream dan Ibu yang Bahagia

Friday, May 19

dulu sering sekali mendengar ibu dengan dua anak (atau lebih) bercerita bahwa setelah punya anak kedua (dan seterusnya), idealisme seorang ibu terhadap hal-hal tertentu akan berganti dengan banyak hal yang lebih permisif. kala itu, karena Aksara baru bisa dilihat melalui layar USG saya tidak sepenuhnya percaya. yang ada dalam pikiran saya, kalau dulu saya memilih A untuk Pagi, maka pilihan yang sama akan saya terapkan juga untuk Aksara.

lalu apa hidup semudah itu? tentu tidak hahahahaha. 

bulan pertama kehadiran Aksara mau tidak mau saya mengamini bahwasanya saya adalah ibu biasa. saya harus mengakui energi yang banyak terkuras dengan adaptasi bayi baru. belum lagi kejutan-kejutan yang dihadirkan oleh Pagi, sang kakak yang juga beradaptasi melalui hari-hari barunya dengan Aksara. ditambah Asisten Rumah Tangga yang tidak menginap dan Ibu yang hanya bisa menemani selama satu minggu. wih. 

sebagai penganut paham happy mom happy family, demi kebahagiaan yang terus terjaga maka untuk Aksara saya memilih popok sekali pakai. awalnya memang khawatir karena hantu ruam popok dibanyak artikel yang saya baca. gak rela deh kalau kulit bayi yang lembut dan halus terkena radang atau infeksi kulit di sekitar area popok. tapi syukurnya ketakutan saya tidak terbukti, karena jadi ibu masa kini, selain cepat tanggap juga harus cepat cari tau dong ya. 

pertama, tentu saja cari tau tentang pencegahan ruam; mengganti popok tiap dua sampai tiga jam atau segera setelah bayi poop, lap untuk membersihkan dan mengeringkan kulit bayi dengan sempurna. kedua, cari tau tentang apa yang bisa aman melindungi kulit bayi dari ruam popok; saya sih absolutely Sleek Baby Diaper Cream yang dipakai setiap ganti popok, sebelum memakai popok yang baru.



kenapa? karena kandungan ekstrak daun zaitun yang terdapat di dalam Sleek Baby Diaper Cream, bisa mencegah bakteri penyebab iritasi, ekstrak chamomile dan bunga mataharinya juga berfungsi mengurangi ruam kemerahan pada kulit bayi. nah, sudah dapat manfaat bebas ruam popok, masih dapat bonus kulit halus lembut karena ada natural moisturizer-nya. lalu apakah disini ada ibu-ibu yang tidak suka bonus? hahahaha. kalau gitu saya kasih tau satu lagi bonusnya, Sleek Baby Diaper Cream wanginya enak banget, jadi makin betah cium-cium Aksara deh!

sekarang coba siapa yang paling bahagia melihat bayi sehat dan gembira karena bebas ruam popok? tentu saja ibu, dan happy mom happy family itu benar adanya loh ;)

* * *
#SleekBabyAlamiMelindungi 
FB: Sleekbaby 
www.sleekbaby.co.id
 * * *


sesederhana (berjalan kaki) keliling kota

Monday, April 17

long weekend!
buat ibu bekerja seperti saya, pastilah jadi saat yang ditunggu. pasalnya bonus libur tambahan akhir pekan bisa membuat saya punya lebih banyak waktu untuk uyel-uyelan sama pagi dan aksara. meskipun tetap harus menunaikan kewajiban-kewajiban yang melekat, setidaknya tidak harus melakukannya dengan terburu-buru. akhir pekan kemarin, saya memilih untuk menonaktifkan jaringan internet pada ponsel pintar saya. sebenarnya tidak punya tujuan apapun sih, hanya sekedar ingin tau seperti apa rasanya menghabiskan waktu tanpa tau dunia dan tanpa dunia perlu tau.

akhir pekan panjang sudah tentu dihabiskan (khususnya) keluarga muda untuk berlibur, mulai dari yang paling jauh, sampai liburan lokal antar kota dalam provinsi. ah, pasti menyenangkan sekali. kalau saya dan pak ery demi terwujudnya satu mimpi besar bernama rumah utara, harus rela menunda keinginan untuk berlibur, selama mmm.. hampir lima tahun :p untung saja, pak ery selalu punya cara membahagiakan istri dan anak-anaknya dengan sesekali mengajak kami menghabiskan hari dengan berkemah, mengunjungi desa kecil, bermain air di sungai atau sekedar berjalan kaki berkeliling kota. 

berkeliling kota dengan berjalan kaki mungkin aneh untuk sebagian (besar) orang. dengan pertanyaan lanjutan kemana? lihat apa? dan seterusnya. tapi buat kami berjam-jam berjalan kaki diatas trotoar tanpa tujuan, menyebrang jalan, melewati rel kereta, keluar masuk gang yang tidak tau dimana ujungnya, menurut kami menyenangkan sekali kok. ya selain karena kami juga percaya, kegiatan apapun yang dilakukan bersama pasti menyenangkan sih. 

alasan lain membuat senang berkeliling kota dengan berjalan kaki sebenarnya hanya karena kami punya banyak sekali pilihan. meskipun punya tujuan akhir yang sama kami bisa memilih melewati jalan lengkong, asia afrika, otto iskandar dinata atau gang kecil yang tidak kami ingat namanya untuk bisa sampai di jalan asia afrika. mempersingkat jarak tempuh tanpa harus peduli dengan lajur kendaraan yang hanya satu arah, pun tak perlu memikirkan bisa tidaknya dilalui oleh si teman-baik-bermesin-berisik yang kami punya.

seperti kemarin, setelah sebelumnya bergegas sepagi yang kami bisa. kami memarkir kendaraan dihalaman kantor, setelah mengisi perut dengan bubur ayam dan berbekal sedikit kue, kami memulai perjalanan dari taman sari - dago - merdeka - braga - asia afrika - dalem kaum dan cibadak, duduk di depan toko yang masih tutup untuk membuka perbekalan dan beristirahat sebentar. kemudian kami melanjutkan berjalan kaki sampai astana anyar, menyambung perjalanan dengan naik bus kota ke purnawarman dan menjadi pelanggan rujak bebek kedua di toko roti abadi, yeay pencapaian! hahahahaha.

sepanjang perjalanan kemarin saya, pak ery dan pagi mengobrol tentang apa saja. mengomentari crane besar yang sedang beroperasi, melihat banyak orang dan kendaraan berlalu lalang, bermain tebak kendaraan, membantu pagi mengingat tempat-tempat yang sebelumnya sudah pernah ia kunjungi. sementara aksara, selain belum mengerti tentang tempat-tempat yang kami lalui, separuh perjalanan juga ia lewati dengan tertidur lelap dalam gendongan hahahahaha.  setelah hampir tiga jam berjalan kaki, kami menyudahi perjalanan. nyatanya memang bahagia itu sederhana, sesederhana menghabiskan minggu dengan berjalan kaki keliling kota :)



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS